Daftar Blog Saya

Jumat, 22 Januari 2016

CERAMAH SINGKAT - HUKUM MENCABUT ATAU MENCUKUR BULU ALIS BAGI WANITA

      Menggunting bulu alis atau merapikannya dengan mencukur bagian-bagian tertentu untuk memperindah alis mata seperti yang dilakukan sebagian kaum wanita hukumnya haram. Karena hal itu termasuk mengubah ciptaan Allah dan mengikuti setan yang selalu memperdaya manusia supaya mengubah ciptaan Allah. Allah berfirman:
"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, Dan Dia mengampuni dosa yang lain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka, yang dila'nati Allah dan syaitan itu mengatakan:"Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya), dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (merobah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merobahnya". Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata." (QS. 4:116-119)
      Diriwayatkan dalam Kitab Ash-Shahih (Al-Bukhari dan Muslim) dari Ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'Anhu bahwa ia berkata: "Semoga Allah melaknat wanita-wanita yang mentatto dirinya atau meminta ditattokan, yang mencukur bulu alisnya atau meminta dicukurkan, yang mengikir giginya supaya kelihatan indah dan mengubah ciptaan Allah." Kemudian beliau berkata: "Mengapa aku tidak melaknat orang-orang yang telah dilaknat oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dalam Kitabullah, yakni firman Allah:"Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah." (QS. 59:7)

Kamis, 21 Januari 2016

CERAMAH - MENGHARGAI PERBEDAAN AGAMA

Menghargai adalah menghormati segala sesuatu hasil atau milik orang lain. Menghargai orang lain sangat penting dalam kehidupan ini. Dengan menghargai orang lain maka orang lain juga akan menghargai kita. Sikap apa yang kita peroleh dari orang lain adalah cerminan dari sikap kita sehari-hari kepada orang lain. Jika kita bersikap baik dan menghargai orang lain maka orang lain juga akan berbuat demikian.
Menghargai juga sangat penting di terapkan di kehidupan sehari-hari terlebih kita ini adalah bangsa Indonesia. Bangsa yang terdiri dari beragam-ragam ras, suku, bahasa, dan agama. Seperti semboyan Negara kita Bhineka Tunggal Ika. Berbeda-beda tetapi tetap satu. Persatuan ini, hanya bisa terjadi jika kita saling menghormati satu sama lain. Perbedaan di Negara Indonesia kita yang tercinta ini, tak dapat di hilangkan atau di hapuskan karena masing-masing orang memiliki pendirian yang berbeda sehingga satu-satunya jalan adalah dengan saling menghormati. Bahkan, ada beberapa orang yang berpendapat bahwa berbeda itu adalah suatu kewajiban. Karena, dengan adanya suatu perbedaan, kita dapat belajar untuk saling mengenal. Dengan adanya perbedaan, kita bisa dikenang dengan ciri khas masing-masing. Dengan adanya perbedaan, kita memiliki hidup yang jauh lebih berwarna dan lebih seru.
Kita tak perlu membeda-bedakan orang lain. Seperti mengatakan dia itu berkulit hitam, dia itu kulit putih. Lalu, kenapa dengan kulit hitam dan putih? Lagipula, perbedaan itu bukanlah suatu penyakit menular yang harus dihindari. Jadi mengapa kita tak ingin berdekatan dengan orang lain yang berbeda ras, agama, suku, ataupun budayanya? Mengapa masih mempermasalahkan agama jika pada dasarnya semua agama adalah pendirian yang terbentuk dari rasa terima kasih manusia kepada penciptanya?
Teman-teman,
Agama apapun di dunia ini, pasti memiliki Tuhan yang menciptakan mereka. Tuhan yang menjadi alasan mereka ada di dunia ini. Hanya saja, masing-masing agama memiliki nama tersendiri untuk Tuhan mereka. Contohnya Islam memiliki Allah.
Agama apapun, pasti memiliki suatu benda yang dianggap suci atau sakral contohnya kitab yang harusnya dihormati. Contohnya saja orang Islam pasti tidak mau kitab Al-Qur’an di bakar. Begitu juga orang Kristen yang menuntut agar orang beragama lain tidak membakar Al-Kitab. Mengapa kita tak belajar untuk menghormati? Menghormati masing-masing benda dan kitab yang oleh masing-masing pihak dianggap suci.
Agama apapun, melarang umatnya untuk membunuh. Jadi, jika ada seseorang yang meledakkan suatu tempat dan dengan bangganya menyatakan bahwa ia melakukan hal itu untuk agamanya, orang itu sebenarnya tidak memiliki agama. Bagaimana ia bisa mengatakan bahwa Tuhan memerintahkannya untuk membunuh?
Masing-masing agama, memiliki cara tersendiri untuk berdoa. Jika di dalam agama Islam, biasanya sholat 5 kali sehari menghadap kearah kiblat dan pada hari Jum’at khusus untuk yang laki-laki wajib mengikuti sholat Jum’at. Sedangkan, biasanya umat Kristen beribadah hari sabtu atau minggu bersama di Gereja atau Kapel. Mengapa kita harus mengolok-olok cara mereka berdoa atau waktu mereka berdoa. Beberapa pihak tak bertanggung jawab mengatakan bahwa orang Islam beribadah sholat Jum’at untuk menyembah dewi Freja. Karena hari Jum’at dalam bahasa Inggris adalah Friday yang awalnya berasal dari kata Freja. Sedangkan pihak lainnya juga mengatakan bahwa umat Kristen beribadah kepada dewa matahari karena beribadah di hari minggu yang dalam bahasa Inggris adalah Sunday. Berasal dari kata Sun dan day. Dan, Sun berarti matahari. Mengapa harus mempermasalahkan hal itu? Berdoa adalah suatu kegiatan bercakap-cakap dengan Tuhan entah itu berterima kasih ataupun meminta seuatu. Perlu diingat sekali lagi bahwa Tuhan itu, lebih hebat dari pada swalayan 24 jam yang di hari besar atau jika ada bencana alam tutup. Tuhan itu, selalu ada, setiap saat, diamanapun, kapanpun.
Bangsa Indonesia juga dikenal sebagai bangsa yang menerapkan ajaran tenggang rasa. Rasa toleransi ini, sangat dibutuhkan jika kita sedang menghadapi perbedaan. Sekali lagi perlu diingat bahwa perbedaan itu bukanlah suatu penyakit menular yang harus dihindari. Jadi, jangan sampai kita mengacuhkan atau mengucilkan orang yang berbeda dari kita.

Rabu, 20 Januari 2016

CERAMAH SINGKAT - SABAR

Sabar berasal dari kata “sobaro-yasbiru” yang artinya menahan. Menurut istilah, sabar adalah menahan diri dari kesusahan dan menyikapinya sesuai syariah dan akal, menjaga lisan dari celaan, dan menahan anggota badan dari perbuatan dosa. Sabar adalah pilar kebahagiaan seorang hamba, karena dengan kesabaran sesorang akan terjaga dari kemaksiatan, konsisten menjalankan ketaatan, dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan.
Sabar merupakan ajaran yang banyak sekali disinggung dalam Al-Qur’an maupun hadis, sehingga manusia senantiasa diarahkan untuk selalu bersabar dalan kehidupannya. Kesabaran yang sebenarnya adalah kemampuan dalam mengendalikan sikap, sehingga bisa dengan ikhlas dan rela hati menerima kondisi yang sedang dihadapinya demi mendapat balasan yang baik di akhirat.
Allah SWT berfirman dalam Q.S Al-Baqarah : 153
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Dalam ayat tersebut Allah menjelaskan kepada orang-orang yang beriman bahwa Allah akan selalu beserta mereka yang menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong. Allah juga menjanjikan kedudukan yang tinggi (di surga) bagi hamba-hambanya yang bersabar. Seperti firman Allah dalam Q.S. Al-Furqaan:75
“Mereka itulah orang-orang yang dibalas dengan kedudukan-kedudukan tinggi (di surga) dengan sebab kesabaran mereka.

Selasa, 19 Januari 2016

CERAMAH SINGKAT - RAHASIA DIBALIK BANYAKNYA NAMA KIAMAT

Al-Qurthubi mengatakan :
“Segala sesuatu yang besar dan penting kedudukannya, beragamlah sifatnya dan banyak namanya. Hal ini sudah lumrah dan lazim dalam bahasa Arab serta dipergunakan oleh masyarakat Arab Pedang misalnya, karena (mereka anggap) mempunyai kedudukan tinggi dan kegunaannya yang penting, maka ia memiliki sebutan dan nama, sampai lima ratus nama. Yang kesemuanya mempunyai pengertian dan alasan masing-masing”.

Demikian pula kiamat yang merupakan peristiwa besar dan banyaknya kejadian-kejadian yang menggemparkan dan mengerikan. Tentu Allah SWT memberikan nama dan istilah yang begitu banyak. Yang kesemuanya memberikan gambaran yang bakal terjadi.

Tidak ketinggalan pula para Ulama salaf juga memberikan sebutan lain sebagaimana (sebagian) yang tertulis di atas.

Senin, 18 Januari 2016

CERAMAH - SUARA SUARA PANGGILAN SAAT MENINGGAL DUNIA

*   Ketika ruh berpisah dengan jasadnya maka langit dan bumi memanggil mayat dengan 3 kali panggilan
1. Wahai anak cucu Adam, Apakah kamu yang meninggalkan bumi atau bumi yang  meninggalkan kamu,
2. Wahai anak cucu Adam, Apakah kamu yang mengumpulkan bumi atau bumi yang  mengumpulkan kamu,
3. Wahai anak cucu Adam, Apakah kamu yang mengalahkan bumi atau bumi yang  mengalahkan kamu.
*  Ketika mayat diletakkan di tempat pemandian maka mayat dipanggil  dengan 3 kali panggilan
1. Wahai anak cucu Adam, Dimana badanmu yang perkasa itu?, dan apakah yang menyebabkan kamu menjadi lemah,
2. Wahai anak cucu Adam, Dimanakah lisanmu yang fasih?, Apakah yang menyebabkan kamu terdiam,
3. Wahai anak cucu Adam, Dimana kekasih-kekasihmu?, dan apakah yang      menyebabkan kamu menjadi susah.
*   Ketika mayat diletakkan dalam kain kafan maka mayat dipanggil  dengan 3 kali panggilan
1. Wahai anak cucu Adam, Kamu akan pergi dengan berpergian yang jauh dengan tanpa membawa perbekalan,
2. Wahai anak cucu Adam, Kasmu akan keluar dari rumahmu maka kamu tidak akan kembali lagi,
3. Wahai anak cucu Adam, Kamu akan naik seekor kuda yang tidak pernah kamu naiki sebelumnya dan selama-lamanya kamu kembali ke sebuah rumah yang penuh kesusahan.
*   Ketika mayat diletakkan di keranda maka mayat dipanggil  dengan 3 kali panggilan
1.  Wahai anak cucu Adam, Bahagialah kamu jika kamu termasuk golongan orang-orang  yang bertaubat,
2.  Wahai anak cucu Adam, Bahagialah kamu jika amal-amal kamu termasuk perbuatan  baik,
3.  Wahai anak cucu Adam, Bahagialah kamu jika teman-temanmu dan sanak kerabatmu  memperoleh keridhoan Allah SWT akan tetapi celakalah kamu jika teman-temanmu  dan sanak kerabatmu dimurkai oleh Allah SWT.
*   Ketika mayat diletakkan di di shalatkan maka mayat dipanggil  dengan 3 kali panggilan
1. Wahai anak cucu Adam, Setiap perbuatanmu yang kamu lakukan maka kamu akan melihatnya,
2. Wahai anak cucu Adam, Apabila perbuatan kamu baik maka kamu akan melihat suatu kebaikan,
3. Wahai anak cucu Adam, Apabila perbuatan amalmu jelek maka kamu akan melihat   kejelekan.
*   Ketika mayat diletakkan di tepi kubur maka mayat dipanggil  dengan 3 kali panggilan
1. Wahai anak cucu Adam, bekal apakah yang kamu persiapkan dalam dunia yang  penuh dengan keramaian untuk menghadapi tempat yang hina ini,
2. Wahai anak cucu Adam, Bekal apakah yang kamu bawa dari kekayaanmuuntuk  menghadapi kekafiran ini,
3. Wahai anak cucu Adam, Bekal cahaya apa yang kamu bawa untuk menyinari  kegelapan ini.
*  Ketika mayat diletakkan di tempat pemandian maka mayat dipanggil  dengan 3 kali panggilan
1. Wahai anak cucu Adam, Kamu diatas punggungku dengan tertawa bersuka ria,  sekarang kamu berada di perutku dengan menangis,
2. Wahai anak cucu Adam, Kamu berada di punggungku dengan gembira sekarang  kamu berada di perutku dengan kesusahan,
3. Wahai anak cucu Adam, Ketika kamu diatas punggungku kamu dapat berbicara  sekarang kamu di perutku dalam keadaan diam.

Setelah selesai mayat dikuburkan maka semua orang-orang yang mayat tersebut, pergi meninggalkannya. Pada saat itu Allah SWT berfiman kepada si mayat, yang artinya “Wahai hambaku, sekarang kamu tinggal sendirian tidak seorangpun yang bisa menemanimu karna semua orang-orang telah meninggalkanmu dalam gelapnya kubur, sedangkan kamu telah durhaka kepadaku demi mereka (manusia), demi istrimu dan anak-anakmu, Sedangkan aku adalah sangat mengasihimu pada hari ini. Curahan Rahmat yang dikagumi oleh semua makhluk manusia dan aku lebih menaruh kasihan kepadamu dari pada belas kasih orang tua kepada anaknya”

Sabtu, 16 Januari 2016

CERAMAH SINGKAT - ADA HIKMAH DI BALIK MUSIBAH

Setelah kesengsaraan pasti akan datang kebahagiaan. Itu dapat diartikan sebagai setelah kesengsaraan pasti akan terjadi sesuatu yang dapat menyadarkan kita bahwa tidak salah jika Allah menjadikan suatu kesengsaraan di hidup kita.

Ada banyak hikmah dibalik musibah yang diberi Allah sama kita, antaranya :
1. Mengajarkan kita untuk bersabar,
2. Mengajarkan kita untuk lebih tawakal dan ikhtiar,
3. Mengajarkan kita agar kita tidak mudah putus asa, dan 
4. Yang paling penting yaitu jika Allah memberi kita musibah maka itu tandanya Allah masih mencintai kita.

Lalu banyak yang bertanya "jika Allah mencintai kita, lalu mengapa Allah memberikan kita musibah?"
Jawabannya ialah ketika Allah mencintai seorang hamba-Nya maka Allah ingin hamba-Nya tersebut menjadi manusia yang sebaik-baik-Nya. Jadi saat hamba-Nya tersebut melakukan kesalahan maka Allah akan secepatnya memperingatkan hamba-Nya tersebut yaitu melalui musibah.


Terkadang penderitaan memang harus dilalui untuk mendapatkan karunia dan cinta Allah SWT.

Jumat, 15 Januari 2016

CERAMAH SINGKAT - SUNNAH RASULULLAH SAW KETIKA BANGUN TIDUR

Mungkin kedengarannya hal ini sepele, tapi yang namanya kita menjalankan sesuatu dengan sunnah-sunnah Rasulullah SAW itu tidak akan rugi! Bahkan sangat menguntungkan selaku umat Islam, hampir semua orang hapal do'a sebelum dan sesudah tidur, betul? Tetapi tidak banyak orang yang mengerti akan sunnah-sunnah Rasullullah setelah bangun tidur.
Oleh karena itu, saya selaku penceramah pada hari ini, saya akan mengingatkan diri saya dan teman-teman semua untuk melakukan hal yang sunnah setelah bangun tidur yang diajarkan oleh Rasulullah SAW :

* Yang pertama, Membasuh wajah dan tangan
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya "Rasulullah kemudian bangun tidur, lalu duduk sambil mengusap (bekas) tidur di wajah beliau"

* Yang kedua, Membaca do'a bangun tidur
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُور
Artinya:
"Segala puji bagi Allah yang menghidupkan aku kembali setelah mematikan aku dan kepada Allah akan bangkit"

* Yang ketiga, Memakai siwak
Rasulullah ketika bagun tidur menggosok mulutnya dengan siwak

* Yang keempat, Menghisap air kedalam hidung
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya "Tatkala salah seorang diantara kalian bangun tidur, hendaknya menghisap air ke hidung sebanyak 3 kali. Sesungguhnya setan menginap di lobang hidungnya"

*Yang kelima, Membasuh kedua belah tangan sebanyak 3 kali
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya "Apabila salah seorang diantara kalian bangun tidur hendaknya dia tidak mencelupkan tangannya ke dalam (air) sampai ia membasuhnya 3 kali terlebih dahulu"